File /etc/network/interfaces
itu memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang
terpasang pada suatu komputer. Selain alamat IP, file ini juga menyimpan
informasi tentang routing.
Di bawah ini adalah salah satu contoh isi file /etc/network/intefaces
:
edit file dengan mengetikan :
root@ajir:~# nano /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.12.2
network 192.168.12.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.12.255
gateway 192.168.12.1
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.12.2
network 192.168.12.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.12.255
gateway 192.168.12.1
Keluar & simpan dengan
menekan ctrl+x kemudian y lalu Enter
Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
1.
address:
menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
2.
network:
menentukan Network Address komputer.
3.
netmask:
menentukan subnet mask network komputer.
4.
broadcast:
menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri
pada jaringan.
5.
gateway:
menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan
paket data ke luar jaringan anggotanya.dengan kata lain gateway merupakan pintu
gerbang ke jaringan luar
file konfigurasi tersebut akan berfungsi setelah dilakuan restart pada
service tersebut:
root@ajir:~# /etc/init.d/networking restart
Untuk memeriksa apakah ip telah berhasil dikonfigurasi dapat digunakan
perintah:
root@ajir:~# ifconfig

0 komentar:
Posting Komentar